Pages

Selasa, 23 Oktober 2012

Makrab Itu???


Halo!!!
Apa sih yang ada di pikiran lo semua pas denger kata makrab atau kepanjangannya tuh malam keakraban?
Apa malam dimana kita dikumpulin di tengah lapang atau ruangan sambil merenung?
Apa malam dimana kita berkumpul membentuk pola kemudian mengelilingi kobaran api unggun?
Atau malam dimana kita “dipaksa” untuk akrab satu sama lain?
Well, pastinya ada banyak jawaban dan kemungkinan ada beberapa jawaban yang sama.
Bagi gue sendiri makrab itu malam pemaksaan. Yup. Makrab itu semacam kegiatan dimana kita dipaksa untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang membuat kita seolah-olah kenal satu sama lain. Emang sih makrab bisa buat kita kenal satu sama lain tapi ya cuma pas makrab itu aja. Setelahnya kadang lupa dan kadang emang sengaja untuk lupa.
Asyik ga sih makrab itu?
Kalo menurut gue pribadi setelah ikut beberapa makrab. Asyik enggaknya makrab itu ya emang tergantung.  Tergantung tujuanya, tergantung pelaksanaanya, tergantung panitianya, tergatung pesertanya dan yang pasti tergantung kita juga. Gue sendiri kadang saking asyiknya jadi ketagihan buat makrab lagi. Tapi, terkadang nih ya gue juga jenuh sama makrab pas emang ga sreg sama acaranya. Apalagi makrab yang acaranya cuma gitu-gitu doang dan ga ada gregetnya sama sekali.
Kenapa masih ikut makrab?

Selasa, 22 Mei 2012

Oh Senior High … Please, Let Me Go!!!

Sebulan berlalu tapi ingatan tentang Ujian Nasional benar-benar masih terekam jelas di kepala. Memori dimana kita berdoa bersama, menyatukan tangan kita dan bersorak riuh di depan laboratorium kimia. Ada kalanya juga ketika kita meributkan hal-hal sepele seperti pensil yang butuh di raut, penghapus yang entah kemana, rasa deg-degan yang luar biasa bahkan rasa was-was ketika salah satu teman kita belum juga menampakan batang hidungnya.
Sebulan sudah. Kini hal-hal semacam itu berangsur-angsur menghilang. Hanya ada rasa sepi yang mulai singgah dan perasaan rindu yang mendalam.
Ruang kelas yang kosong. Bangku-bangku yang ditinggalkan pemiliknya, terkadang tak tersusun rapi berada di antara mereka. Papan tulis yang terakhir digunakan berisi umpatan-umpatan saat UN selesai. Tumpukan kertas yang menggunung di meja guru, sisa-sisa memori kebiadaban kita saat mengerjakan tugas-tugas yang kini terlantar tak dipedulikan, seperti halnya sampah yang harus dibuang.