Pages

Kamis, 20 Maret 2014

Pelajaran dari Menonton Film

Kelas yang tenang tanpa ada celah untuk gaduh sedikitpun itu seakan – akan sedang diajar oleh Malaikat Maut, sekali gaduh nyawa kita terancam kita enggak lagi merasa tenang di kelas tersebut.

Inilah yang saya alami hari ini, kena tegur dosen. Alhamdulillah untungnya Dosen saya ini bukan Malaikat Maut sehingga saya masih bisa berangan – angan makan dragon roll di tanggal tua di muka bumi ini.

Oke, jadi ceritanya begini ya guys! Tolong ya kali ini pasang muka serius, nah begitu.

Muka Lo Serius?!!!


Duduk manis, pandangan lurus dan tidak ada niat untuk bersuara.
Posisi duduk saya sebenarnya sangatlah strategis untuk melakukan hal – hal yang saya inginkan Dosen tidak perbolehkan.  Misalnya headstand sambil goyang oplosan.

Lupakan.

Sore itu saya memang sudah lelah, kondisi badan sudah tidak fit karena satu hari itu saya dapat kesempatan emas menempuh 8 sks atau 4 mata kuliah dari jam 7 pagi. Tiga manusia berjenis kelamin laki – laki di samping saya sudah mulai menundukan kepala, teman perempuan saya yang di samping kiri tambah serius . . . . . main Hay Day *permainan di Android yang kita jadi petani itu* Empat orang laki – laki di belakang saya, entahlah saya malas untuk menengok ke belakang biarkan mereka dan Tuhan saja yang tahu.

Oke, lanjut. Saya? Apa yang saya lakukan? Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya saya hanya duduk manis, diam tanpa ada nyali untuk membuat gaduh sekalipun. Pandangan saya lurus ke laptop teman, nonton film. Cihuyyy . . . . .

Hampir setengah perjalanan dosen cuap – cuap menerangkan materi saya dan teman saya menonton film. Entah saya yang memang movie freak atau saya lupa kalau saya ini lagi di kelas, jadi jurus – jurus jitu tipu muslihat memperhatikan dosen lupa saya terapkan. Nah, apa saja jurus tipu muslihat memperhatikan dosen itu? Ini sedikit saya bocorkan :

1. Ngobrol.
Kita mungkin sudah tahu bahwa ngobrol itu adalah hal yang paling ampuh menghilangkan penat. Jadi ketika kita sedang merasa bosan di kelas ajaklah teman di samping kita buat ngobrol, kecuali kalau di samping kita ini tembok maka ajaklah dosen yang bersangkutan buat ngobrol, carilah tema segar seperti kenapa Dora senang berkeliaran di hutan.

2. Sotoy (Sok Tahu).
Jadilah pribadi yang sok tahu, ini akan memperlihatkan bahwa kita telah berhasil menangkap materi yang telah diterangkan Dosen. Jadi ketika Dosen bertanya, “Ke manakah makanan di bawa setelah melewati mulut?”. Maka jawablah dengan sotoy dan lantang, “SAYA TAHU PAK! HUTAN . . . GUNUNG . . . MASUK JURANG . . . ,” yakinlah bahwa setelah itu Dosen akan menganggap diri kalian sedang kerasukan Dora The Explorer.

3. Corat – coret.
Nah, buat kalian yang punya bakat menggambar bisa nih jadi alternatif untuk menghilangkan suntuk di kelas. Sebaiknya jangan menggambar Dora memakai legging, itu failed abis! 

Itu mungkin bisa jadi alternatif hal - hal yang bisa kita lakukan ketika suasana kelas sudah mulai tidak mendukung untuk dilanjutkan, sayangnya semua itu tidak saya lakukan sore itu sehingga terdengarlah suara Dora Dosen yang berperawakan keras itu, “Mbak!!!” Saya belum sepenuhnya sadar saya masih menatap layar laptop dengan khidmat. “Mbak!!!” suara Dosen itu muncul lagi membuat saya mau tak mau menengok ke sumber suara. –DEG- Mata itu menatap saya penuh teguran, saya diam, teman – teman saya diam, hening, Dora pun ikut diam (WTF! Dora ini ngapain sih? Ada mulu perasaan dari tadi).

Astagfirullah, kemana saja saya selama ini ternyata Bapak Dosen tadi menegur saya dengan pertanyaan, “Saya perhatikan dari tadi Anda tidak memperhatikan saya dan menatap laptop teman Anda.” Jujur ide pertama yang terlintas dipikiran saya adalah saya berseru, “Saya ingin dapat perhatian bapak, saya kurang perhatian pak, sa . . saya jomblo.” Kemudian saya menangis dan terdengarlah lagu-lagu Ebiet G. Ade. Tapi, saya hanya bisa diam dan mengangguk.

Dari teguran Dosen tersebut akhirnya munculah bumbu – bumbu kebohongan khas mahasiswa, beberapa teman yang sedang membuka laptopnya pun diinterogasi dari senior yang kebetulan *ehm* mengulang sampai akhirnya teman saya selaku pemilik laptop yang sedang kita gunakan untuk menonton film. Demi keselamatan dunia dan akhirat mau tidak mau teman saya berbohong dan mengatakan bahwa kami sedang melihat materi perkuliahan sore itu. Endingnya sepanjang menghabiskan waktu perkuliahan saya hanya bisa menatap sendu ke arah slide presentasi, akhirnya mata saya lurus ke depan menghadap dosen yang sesekali masih mengawasi saya, tragis.

Jadi itulah pelajaran yang saya dapatkan dari menonton film, dunia nyata masih menanti untuk diperhatikan dibandingkan dengan kisah fiksi dunia perfilman. Sesuntuk – suntuknya kita di kelas jangan lupa untuk tetap memperhatikan materi yang dosen berikan, berikan respon walaupun hanya pertanyaan mainstream seperti, “Pak, apa contoh kongkrit dari bla . . . bla . . . bla . . .”

Ibarat orang pacaran, kalau si cewek sedang bercerita tentang dia yang sewot gara – gara melihat sepatu yang sama persis dengan yang dia beli seminggu sebelumnya di toko yang berbeda dengan harga yang jauh lebih murah lima ribu rupiah, maka kewajiban cowok adalah tetap fokus untuk mendengarkan dan memberi respon. Mungkin terdengar membosankan tapi bayangkan kalu kalian cowok tiba – tiba tertidur di tengah cerita, pas bangun si cewek sudah jadian dengan yang jualan sepatu, it’s hurt.

Begitulah pengalaman keren saya di kampus. Kalau kalian punya pengalaman yang seru juga share cerita kalian di kolom kmentar di bawah ya.

Hidup MAHASISA!!!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar